aziezahfarmasist

Just another WordPress.com site

istilah-istilah yang berkaitan tentang Kimia Farmasi Analisis

I. Metoda kualitatif

 Kualitatif adalah analisis untuk melakukan identifikasi elemen,spesies atau senyawa-senyawa yang ada di dalam sampel. Dengan kata lain,analisis kualitatif berkaitan dengan cara untuk mengetahui ada atau tidaknya suatu analit yang dituju dalam suatu smapel.
 Konvensional
1. Organoleptis
Merupakan pemeriksaan keadaan fisik suatu contoh zat /obat meliputi :
1. Bentuk (padat,cair,setengah padat)
2. Warna
3. Bau
4. Rasa
5. Kelarutan

2. Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
Prinsip : Berdasarkan perbedaan kecepatan migrasi analit melalui fase diam dengan gerakan fase gerak cair atau gas.

 Instrumen
1. HPLC
Adalah suatu teknik kromatografi dengan fase gerak cairan dan fase diam cairan atau padat.

2. Elektrofluoresensi
Prinsip : Berdasarkan perbedaan kecepatan migrasi analit melalui medium buffer.

3. MS
Prinsip : Berdasarkan ionisasi dan fragmentasi molekul-molekul

4. UV – Visible
Prinsip : Berdasarkan penyerapan molekuler elektrolit dalam larutan

5. NMR
Prinsip : Berdasarkan penyerapan energy yang menyebabkan perubahan arastin.

6. IR
Prinsip : Berdasarkan penyerapan electron pada berbagai frekuensi yang memplot nilai radiasi yang di transimisikan melalui sampel .

II. Metoda kuantitatif

 Kuantitatif adalah analisis untuk menentukan jumlah (kadar) absolute atau relative dari suatu elemen atau spesies yang ada di dalam sampel.
 Konvensional
1. Gravimetri
Prinsip : Berdasarkan berat tetap (konstan)
Langkah-langakah pekerjaan anlisis gravimetric :
1) Pengendapan
2) Penyaringan
3) Pencucian endapan
4) pengeringan

2. Asidimetri – alkalimetri
Prinsip : Berdasarkan pada reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion hydrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk menghasilkan air yang bersifat netral.

a. Asidimetri : Penetapan kadar secara kuantitatif terhadap senyawa-senyawa yang bersifat basa dengan menggunakan baku asam.
– Baku primer : Natrium karbonat,boraks
– Baku sekunder : HCl,asam sulfat

b. Alkalimetri : Penetapan kadar secara kuantitatif terhadap senyawa yang bersifat asam dengan menggunakan baku basa.
– Baku primer : Asam oksalat,kalium biftalat
– Baku sekunder : NaOH,KOH

c. Titrasi Langsung
1. Asam kuat basa kuat
2. Asam lemah basa kuat
3. Asam kuat basa lemah

d. Titrasi tidak langsung
1. Asam lemah basa kuat
2. Asam kuat basa lemah

3. Argentometri
Prinsip : berdasarkan pembentukan endapan
Metode-metode dalam dalam titrasi argentometri :
1) Mtode Mohr
2) Metode Volhard
3) Metode K. Fajans
4) Metode Leibig

4. Kompleksometri
Prinsip : berdasarkan pembentukan senyawa kompleks antara senyawa EDTA dengan ion-ion logam
Macam-macam titrasi kompleksometri :
1) Titrasi langsung
2) Titrasi kembali
3) Titrasi substitusi
4) Titrasi tidak langsung
5) Titrasi alkalimetri

5. Redoks
Prinsip : Berdasarkan pada perpindahan electron antara titran dengan analit.
1. Titrasi yang melibatkan Iodium
a. Iodimetri (titrasi langsung)
b. Iodometri (titrasi tidak langsung)

2. Permanganometri
3. Bromometri
4. Serimetri
5. Bromatometri
6. Iodatometri

6. Nitrimetri
Prinsip : berdasarkan pembentukan reaksi diazotasi
Mempunyai 2 indikator :
1) Indicator luar pasta kanji iodide
2) Indicator dalam tropeolin oo dan metilen blue

7. TBA
Prinsip : Metode titrasi berdasarkan reaksi netralisasi yang tidak dapat dititrasi dalam media air.
Indicator : Kristal violet,metal merah,alfanaftol.

 Instrument
1. SSA
Prinsip : Berdasarkan pada penyerapan energy sinar oleh atom-atom netral dan sinar yang diserap biasanya sinar tampak atau ultraviolet.

 Flourometri
1. Flourosensi
Berdasarkan pemancaran kembali sinar oleh molekul yang telah menyerap energy sinar terjadi dalam waktu yang sangat singkat setelah penyerapan.

2. Fosforesensi
Berdasarkan pemancaran kembali sinar molekul yang telah menyerap energy sinar terjadi dalam waktu yang relative lama.

Leave a comment »

ukhuwah-2

ukhuwah-2

Leave a comment »

MAKALAH TENTANG DAUN KATUK

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Penulis panjatkan puji dan syukur ke hadirat ilahi rabbi.Atas karunia-Nya,penulis dapat menyelesaikan makalah Botani Farmasi ini.

Makalah ini menggunakan pendekatan yang lazim.Dengan pendekatan ini,diharapkan menjamin pertumbuhan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,penguasaan keterampilan hidup akademik,seni,dan pengembangan keperibadian Indonesia yang kuat serta berahlaq mulia.

Pelaksanaan makalah ini merupakan salah satu syarat mengikuti UAS (Ujian Akhir Semester) di Sekolah Tinggi Farmasi (STFI) kota Bandung. Makalah ini disusun berdasarkan hasil wawancara,pengamatan,serta informasi melalui internet yang mengenai tumbuhan Daun katuk(sauropus andrigynus) dan tumbuhan Lavender(Lavandula angustifollia)

Selama pelaksanaan dalam pembuatan makalah,penulis banyak mendapat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak.Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada:

  1. Tuhan Yang Maha Esa,yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
  2. Kedua orang tua,yang telah membimbing sedari kecil hingga sekarang dan talah mendukung penulis dalam pembuatan makalah ini
  3. Bapak Budi Irawan,selaku dosen Botani Farmasi yang telah memberikan pengajaran selama di Sekolah Tinggi Farmasi
  4. Rekan-rekan seperjuangan yang tidak bisa disebutkan satu persatu dalam menyelesaikan makalah ini

Adapun dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan,namun dengan segala kerendahan hati penulis menerima segala saran dan kritik yang sifatnya konstruktif dari semua pihak denga satu harapan semoga makalah ini memenuhi harapan kita semua.

Penulis mengucapkan banyak-banyk terima kasih atas perhatinnya.

Bandung,Juni 2009

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………1

DAFTAR ISI……………………………………………………………………2

BAB I PENDAHULUAN

1.1    Latar belakang……………………………………………………………………………..4

1.2    Tujuan………………………………………………………………………………………4

BAB II PEMBAHASAN

 2.1  DAUN KATUK

2.1.1. Pengertian daun katuk………………………………………………………….5

            2.1.2. Klasifikasi………………………………………………………………………..6

            2.1.3. Deskripsi/Botani…………………………………………………………………6

            2.1.4. Kandungan……………………………………………………………………….7

            2.1.5. Manfaat dan Pengobatan……………………………………………………….8

            2.1.6  Efek negative daun katuk………………………………………………………10

2.2  LAVENDER

2.2.1. pengertian lavender…………………………………………………………….11

2.2.2. Klasifikasi……………………………………………………………………….11

2.2.3. Deskripsi/Botani…………………………………………………………………12

2.2.4. Khasiat…………………………………………………………………………..13

 

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan……………………………………………………………………….14

3.2. Saran………………………………………………………………………………14

DAFTAR PUSTAKA

 

  

 

            BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar belaka

Alam ini dihuni oleh beraneka ragam mahluk hidup,salah satunya adalah tumbuhan. Berbagai jenis tumbuhan banyak ditemukan disekitar kita. Ilmu tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang demikian pesat,hingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang ilmu tumbuhan saja,sekarang ini telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri.

Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang tidak dapat berpindah tempat seperti serangga hama pemakannya. Selain itu, tumbuhan memiliki bentang generasi yang panjang dengan laju rekombinasi yang lambat.

Di dalam makalah ini menyangkut tentang adanya botani farmasi.Botani farmasi ini berisi tantang pokok-pokok morpologi tumbuhan,struktur anatomi,dan proses yang terjadi di dalm el tumbuhan dan sebagainya.

Pada makalah ini akan menjelaskan sedikit tentng tumbuhan pada Daun Katuk((sauropus andrigynus) dan tumbuhan Lavender(Lavandula angustifollia). Dalam pembuatan makalah ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan beragam pengetahuan yang di dapat selama kuliah.

1.2   Tujuan

  • Untuk memenuhi syarat nilai tugas UAS Botani Farmasi
  • Untuk mengetahui pengetahuan mengenai tumbuh-tumbuhan

.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  DAUN KATUK(Sauropus androgynus)

 

2.1.1  Pengertian

Tak selamanya pekarangan ditanami dengan tanaman hias yang sudah kesohor.Ada kalanya,justru tanaman yang “biasa-biasa” saja dan asing yang dipilih untuk menjadi penghuninya.Salah satu alasannya adalah karena tanaman itu punya potensi dan manfaat.Katuk,misalnya.
Tanaman bernama latin sauropus androgunus ini oleh orang Minangkabau disebut dengan simani. Sementara di Jawa, selain disebut katuk, tanaman ini juga dinamakan katukan atau babing. Orang Madura menyebutnya kerakur dan orang Bali lebih mengenalnya dengan kayumanis.

Daun katuk (Sauropus androgynus)sesungguhnya sudah dikenal semenjak nenek moyang kita sejak abad 16 .Sayangnya,dimasa berikutnya kurang mendapat tanggapan.Padahal,tanaman memiliki  potensi besar.Daun katuk terdiri dari dua macam,yaitu:

  1. Katuk merah

Katuk merah merupakan katuk yang masih banyak dijumpai di hutan belantara sebagi pehati tanaman hias.Katuk merah ini sangat cocok karena warnanya sangat menarik yaitu hijau kemerahan.

  1. Katuk hijau

Katuk hijau ini merupakan katuk yang paling produktif penggunaanya,dibandingkan katiuk merah karena penggunaan khasiatnya lebih banyak dibanding katuk merah.Katuk hijau banyak digunakan untuk keperluan konsumsi, yaitu sebagai sayuran dan obat- obatan. Di Indonesia daun katuk lazim dimanfaatkan untuk melancarkan air susu ibu (ASI), serta sebagai obat borok, bisul, demam, dan darah kotor.

Saat ini, daun katuk sudah diproduksi sebagai sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk melancarkan ASI. Pada tahun 2000, telah terdapat sepuluh pelancar ASI yang mengandung daun katuk, beredar di Indonesia. Bahka ekstrak daun katuk telah digunakan sebagai bahan fortifikasi pada produk makanan yang diperuntukkan bagi ibu menyusui.

2.1.2 Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Euphor

Famili: Euphorbeaceae
Genus: Sauropus
Spesies: Sauropus androgynus (L.) Merr.

2.1.3   Deskripsi/Botani

Katuk tumbuh didataran rendah sampai dengan 120 meter diatas permukaan laut,daerah yang  terbuka atau sedikit terlindung dengan tanah yang ringan dan katuk juga dapat digunakan untuk pagar   hidup.Untuk pengembangbiakan nya dapat digunakan stek batang yang belum terlalu tua.

Tanaman ini berbentuk perdu.Tingginya mencapai 2-3 m.Cabang-cabang agak lunak dan terbagi.Daun tersusun selang-seling pada satu tangkai,berbentuk lonjong sampai bundar dengan panjang 2,5 cm dan lebar 1,25-3 cm.Bunga tunggal atau berkelompok tiga.Buah bertangkai panjang 1,25 cm.Panjang lebih kurang 20 cm disemaikan terlebih dahulu. Setelah berakar sekitar 2 minggu dapat dipindahkan ke kebun. Jarak tanam panjang 30 cm dan lebar 30 cm. Setelah tinggi mencapai 50-60 cm dilakukan pemangkasan agar selalu didapatkan daun muda dan segar.

Habitat: Tumbuh liar dihutan-hutan dan ladang-ladang yang terbaik di daerah dengan ketinggian 1300 m.

2.1.4   Kandungan

Dilihat dari nilai gizinya, daun katuk punya nilai gizi yang cukup baik, seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C.

Daun katuk juga memiliki kadar kalsium yang sangat baik.Kalsium merupakan salah satu mineral terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsumsi kalsium kurang dari kebutuhan dapat menyebabkan rapuhnya integritas tulang dan osteoporosis di usia dini,umumnya terjadi pada wanita.Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium di dalam darah yang sangat rendah.Selain memperlancar produksi ASI seperti yang dikenal selama ini,daun katuk juga kaya senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah sperma, termasuk membangkitkan vitalitas seksual. Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat.
Daun katuk juga memiliki kadar kalsium yang sangat baik.Kalsium merupakan salah satu mineral terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh.Konsumsi kalsium kurang dari kebutuhan dapat menyebabkan rapuhnya integritas tulang dan osteoporosis di usia dini, umumnya terjadi pada wanita.Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium di dalam darah yang sangat rendah.
Selain memperlancar produksi ASI seperti yang dikenal selama ini, daun katuk juga kaya senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah sperma, termasuk membangkitkan vitalitas seksual.Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat.Daun katuk merupakan sayuran multikasiat bagi kesehatan tubuh. Didalam 100 gram daun katuk mengandung unsur:

  • Protein 4,8 gram
  • Lemak 1,0 gram
  • Karbohidrat 11 gram
  • Kalsium 204 mg
  • Fosfor 83 mg
  • Zat besi 2,7 mg
  • Vitamin A 10370 S1
  • Vitamin B1010 mg
  • Vitamin C239 g
  • Air 810 g

2.1.5   Manfaat dan pengobatannya

  1. 1.      Untuk memperlancar produksi air susu ibu(ASI)

Karena,mengandung senyawa asam seskueterna.

  1. 2.      Untuk penyakit frambusia

Dinamakan penyakit frambusia,karena bentuk dan rupa penyakit ini mirip dengan buah frambus.Penyakit frambusia atau petek atau puru,banyak terdapat ditempat-tempat yang sukar mendapatkan air bersih.Penyakit ini gampang menular.

Cara pengobatanya:

1.Siapkan ¼ genggam daun katuk yang telah dicuci bersih dan digiling sampai halus.

2.Tambahkan ¼ cangkir air masak dan sedikit garam,lalu aduk sampai merata.

3.Peras dan saring

4.Kemudian,air perasan diminum dan ampasnya di gosok-gosok pada bagian badan yang terserang  frambusia

5.Lakukan 2x sehari hingga sembuh.

  1. 3.      Untuk penyakit sambelit

Sambelit merupakan gejala dari suatu penyakit.Penyebabnya banyak,seperti terlalu banyak duduk,kurang minum air,menahan-nahan buang air besar,serta ketidak lancaran kerja hati dan kandung empedu.

Cara pengobatannya:

1.Siapkan 200 gram daun katuk yang segar lalu bersihkan

2.Rebus dengan segelas air selama 10 menit,lalu saring

3.Minum air hasil saringan tersebut secara teratur.

 

  1. 4.      Untuk penyakit borok

Pada penelitian menunjukan,pada ekstrak daun katuk ditemukan zat penghambat pertumbuhan bakteriescheria coli,staphylococcusaureus,dan salmonella typhosa.Itu berarti,ekstrak daun katuk bisa menyembuhkan borok.

Cara pengobatannya:

1.Siapkan segenggam daun katuk,lalu cuci dan lumatkan

2.Tempelokan lumatan daun katuk pada bagian badan yang terserang borok.

  1. 5.      Pewarna alami

Daun katuk ternyata bisa juga dipakai sebagai pewarna yang mengandung zat kimia.Contohnya pada industry tape ketan yang bewarna hijau.

Caranya :

1.Cuci bersih daun katu,tambahkan sedikit air lalu peras sampai terbentuk sari daun katuk

2.Campur atau larutkan sari daun katukbersama beras ketan bahan tape.

  1. 6.      Untuk mencegah anemia

Daun katuk termasuk pahan makan yang tinggi zat besi,maka dapat dikatakan untuk pencegahan anemia.SSetiap 100 g zat daun katuk mengandung sekitar 2.7 mg zat besi.sementara kandungan kalsioum daun katuk sebanyak 204 mg atau empatb kali tinggi dibandingkan kandungan mineral dari daun kol.

  1. Dapat mencegah dan memperbaiki gangguan reproduksi wanita dan pria.
  2. Dapat menghambat penyakit jantung serta gamgguan pembuluh darah
  3. Dapat meningkatkan efisiensi absorpsi saluran pencernaan.
  4. Daun katuk juga dapat menghambat penyakit jantung serta ganguan pembuluh darah.  Katuk juga
  5. meningkatkan efisiensi absorpsi saluran pencernaan. Satu lagi, serat yang tnggi
  6.  daun katuk dapat memperlancar kerja saluran pencernaan.
  7. Daun katuk juga berpotensi untuk meningkatkan daya seksual baik pada wanita maupun pria.
  8. Daun katuk telah digunakan untuk menurunkan berat badan

2.1.6   Efek Negatif daun katuk
1.daun katuk dapat mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor
2.qejala sulit tidur,

3.tidak enak makan, dan

4.sesak napas. Namun, gejala-gejala tersebut menghilang setelah 40-44 hari   penghentian konsumsi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.2  LAVENDER(Lavandula angustifolia)

  

2.2.1   Pengertian

Penampilan bunga lavender memang amat menarik. Bunganya berwarna ungu kecil-kecil. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi. Bunga ini sering digosok-gosok ke tubuh untuk menghindari gigitan nyamuk. Perbanyakan tanaman lavender (Lavandula angustifolia) biasanya dengan menggunakan bijinya. Biji-biji yang tua dan sehat disemaikan. Bila sudah tumbuh, dipindahkan ke polybag. Ketika tingginya mencapai 15 – 20 cm, dapat dipindahkan ke dalam pot atau ditanam di halaman rumah.
Keberadaan tanaman lavender mengundang para penyuling minyak atsiri untuk menyuling bunganya. Minyak lavender memang sering dipakai sebagai aromaterapi. Bahkan, di beberapa rumah, minyak lavender ini ditempatkan di ruang tamu.

2.2.2   Klasifikasi

Indonesia: Lavender

Inggris: Common Lavender,English Lavender,true lavender

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua)

Sub kelas: Asteriade

Ordo: Lamiales

Fili: Lamiaceae

Genus: Lavandula

2.2.3   Deskripsi/Botani

Lavender atau lavendel atau lavendula adalah sebuah genus tumbuhan berbunga dalam suku lamiaceae yang memiliki 25-30 spesies.

Asal tumbuhan ini adalah dari wilayah selatan Laut Tengah sampai Afrika tropis dan ke timur sampai india.

          Genus ini termasuk tumbuhan menahun,tumbuhan dari jenis rumput-rumputan,semak pendek,dan semak kecil.

Penampilan bunga lavender memang amat menarik.

Bunganya berwarna ungu kecil-kecil. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi.

Sosok perdu mirip rumput, maka ada yang menyebut si rumput ungu raksasa atau ilalang ungu, Lavender atau lavandula angustifolia merupakan keluarga lamiaceae berbentuk seperti semak. Tumbuh baik di ketinggian 600 –1.350 m.Di mana semakin tinggi tempat tumbuhnya,semakin baik kualitas minyak yang dihasilkannya.Perbanyakan tanaman lavender biasanya dengan menggunakan bijinya. Biji-biji yang tua dan sehat di semaikan.Lavender tergolong yang tidak rewel dan mudah tumbuh asalkan medialnya tepat,yang penting jangan terlalu banyak member air karena ini akan menyebabkan akarnya membusuk.Lavender harus ditanam di tanah yang bisa menyerapi air dengan baik dan diposisi yang banyak menerima sinar matahari. Lavender bisa di perbanyak dengan cara menyetek batangnya sepanjang 15 cm pada saat akhir musim panas.

Habitat : Tempat tumbuhnya pada ketinggian 500-1300 m dpl. Semakin tinggi tempat tumbuhnya, semakin tinggi juga kandungan minyaknya.

Perbanyakan : Tanaman ini dapat diperbanyak secara vegetatif melalui setek batang dan secara generatif melalui biji. Perbanyakan tanaman lavender (Lavandula angustifolia) biasanya dengan menggunakan bijinya.

2.2.4   Khasiat

  1. Sebagai Pewangi di saat mandi dan mencuci
  2. Lotion pengisir nyamuk
  3. Kosmetik
  4. Obat-obatan
  5. Dalam bentuk masakan
  6. Mengobati sakit kepala yang disebabkan oleh stress
  7. Untuk membuat salep pereda sakit akibat rematik dan nyeri tulang
  8. Cream lavender yang akan menutrisi kulit
  9. Menurunkan darah

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1   Kesimpulan

A. DAUN KATUK

Pemanfaatan daun katuk sangatlah penting sebagai pelancar ASI. Efek samping utama daun katuk adalah kontriksi bronkiolitis yang permanen.Dalam daun katuk banyak kandungan yang terdapat yang terapat di dalamnya.Daun katuk juga memiliki kelebihn dan kekurangan.

B. LAVENDER

Tanaman lavender sangat penting untuk pengusir nyamuk dan banyak khasiat yang dapat dipergunakan dari tanaman ini.Bunga lavender termasuk tanaman yang tidak rewel dan warnanya sangat menarik perhatian.

3.2  Saran

Gunakanlah waktu sebaik mungkin,agar mendapatkan hasil yang lebih baik dalam melakukan suatu pekerjaan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Leave a comment »

test

jhsdueyfjebfvmdnvjfkv Read the rest of this entry »

Leave a comment »

belimbing

Belimbing Wuluh

Buah belimbing berasal dari India atau Sailan (Srilanka). Selain diIndonesia, budi daya belimbing juga dilakukan di negara – negara kawasan AsiaTenggara lainnya, seperti Malaysia, Thailand dan Filipina. Bahkan Amerika danAustralia yang beriklim sub tropis pun sudah dirambah belimbing. Bentuk buahnya yang unik dengan rasa manis dan bisa diolah menjadi beragam sajian,belimbing dapat dibedakan menjadi 2 macam. Yang rasanya manis dengan bentuk bintang dikenal sebagai belimbing manis (Averrhoa carambola) sedangkan jenis kedua adalah belimbing sayur atau belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) yang rasanya asam. Buah belibing mempunyai kandungan gizi cukup tinggi yang bermanfaat bagi tubuh. Dalam 100 gram buah belimbing yang matang mengandung energy 35 kal, protein 50 gram, lemak 70 gram, karbihidrat 7,70 gram, kalsium 8 mg, serat 0,90 gram, vitamin A 18 RE, vitamin C 33 mg, niacin 0,40 gram (Dalimartha,

belimbing wuluh

Buah belimbing wuluh ini mempunyai klasifikasi sebagai berikut:

Divisi               :  spermatophyte

Sub Divisi        : Angiospermae

Kelas               : Dicyledoneae

Bangsa             : Geraniales

Suku                : oxalidaceae

Marga              : Averrhoa

Jenis                : Averrhoa bilimbi L

Nama Umum   : belimbing wuluh

Nama daerah   : belimbing wuluh (jawa tengah)

Leave a comment »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
1 Comment »